Kami Butuh Kalian


https://accidentattorneysvermont.com/wp-content/uploads/2015/10/broken-home.jpg
Di dalam kehidupan pasti akan banyak masalah yang datang begitu juga di dalam kehidupan berumah tangga. Ketika ada masalah di dalam rumah tangga tak banyak orang yang memilih untuk bercerai,tapi tahukah kalian pilihan untuk bercerai akan sangat berpegaruh pada psikologis sang anak. Ketika seharusnya orang tua menjadi  tempat yang selalu mereka rindukan ketika jauh hal ini tak akan berlaku pada anak brokenhime.
Mempunyai keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang merupakan impian dari semua orang dan pastinya semua anak mendambakan hal ini. Keluarga adalah tempat ternyaman untuk berbagi cerita dan kebahagiaan. Keluarga adalah tempat awal pembentukan karakter sang anak,baik uruknya perilaku sang anak akan ditentukan oleh didikan orang tuannya. Lantas bagaimana dengan anak broken home? 
Kehadiran seorang anak akan menjadi anugerah terindah di dalam pernikahan. Dengan demikian, mejaga mereka sebaik-baiknya harus di lakukan ole orang tua, salah satunya yaitu menjaga keharmonisan rumah tangga agar memberi rasa nyaman kepada sang anak.
Tapi tidak semua keluarga bisa menjaga hal itu. Banyak keluarga yang awalnya baik-baik saja kemudian menjadi berantakan dengan adanya masalah-masalah dalam rumah tangga. Hal ini dimulai dengan  sering terjadinya pertengkaran orang tua, hubungan keluarga yang tidak lagi harmonis, hingga berakhir dengan perceraian atau bahkan penelantaran anak. Ya inilah  Broken home istilah umum yang banyak dikenal untuk menyebut keadaan ini.
Dengan keadaan ini anak selalu saja menjadi pihak yang paling dirugikan. Baik dari segi jasmani maupun psikis mereka. Berikut adalah dampak  yang dirasakan sang anak :

MASALAH EMOSIONAL

http://bangsaonline.com/images/uploads/berita/700/94d376e668f3d5779a730b0d5038506a.jpg

Anak-anak dari segala usia akan merasakan kesedihan dan depresi karna hal ini . Bahkan tekadang anak broken home sering menangisi keadaan keluarga mereka dan marah melihat orang lain bahagia dengan keluarganya. Hal ini akan menjadi keadaan emosional jangka panjang,bahkan tak jarang hal ini bertahan beberapa tahun setelah orang tua bercerai. sebuah studi oleh Larson&Larson 1990, menunjukkan bahwa tingkat bunuh diri pada anak lebih tinggi untuk anak broken home dibandingkan dengan anak di keluarga normal. 

TERGANGGUNYA PENDIDIKAN

https://tututhastiningrum.files.wordpress.com/2017/10/hipwee.jpg?w=880&h=312&crop=1
 Stres berlebihan secara emosional dapat menghambat kemajuan akademis anak , ketidakstabilan di lingkungan rumah, rutinitas yang tidak konsisten adalah hal utama yang berpengaruh. Ketika biasannya sang anak selalu diperhatikan orang tuanya dalam hal akademik tiba-tiba berubah setelah perceraian.

MASALAH SOSIAL

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRITNT7Dsbk9EIyp_eDTHmKM75yT4YbozgFAGC4MaHl96VPH8IaFA
 Beberapa anak melepaskan kegelisahan mereka dengan terlibat dalam perilaku bullying (penindasan), beberapa lagi melepaskan kegiatan dengan hal positif entah itu berorganisasi, olahraga, dll. Tak jarang anak broken home bersikap sinis dan ketidakpercayaan terhadap hubungan, baik terhadap orangtua dan pasangan mereka.

 Tetapi brokenhome bukanlah akhir dari segalamya sebagai sang anak kita harus bangkit dari keterpurukan karna jika bukan kita yang menyemangati siapa lagi. Berasal dari keluarga tak utuh bukan berarti hidup kalian tak utuh lagi,kalian tetaplah mempunyai orang tua kasih sayang mereka tetaplah untuk kalian,merka hanya tidak tinggal satu atap lagi.
 Kalian tetap berhak untuk bahagia, kehidupan kalian masih panjang yakinlah diluar sana masih banyak orang yang memiliki kisah hidup lebih buruk dari kalian. Kalian harus kuat demi orang yang kalian sayang banggakan orang tua kalian. Jangan terus terlarut dalam kesedihan tangisan takkan merubah apapun. Terus semangat terus berjuang masih banyak mimpi yang harus kalian wujudkan.

SEMANGAT 😇

Komentar

Postingan Populer