Aku,Kamu, Tuhanku, Tuhanmu dan Kita


Aku pernah mempunyai sebuah kisah indah sekali dan mungkin nyaris bisa dikatakan sempurna. Semuannya terasa begitu indah, sampai mungkin aku berfikir bahwa dunia milik kita berdua. Dia sosok yang sangat sempurna baik hati, murah senyum, humoris dan penyayang. Hari-hari kita lewati dengan berbagai hal dan kebahagiaan, huft rasanya saat itu aku jadi manusia paling bahagia di dunia ini karena berbagai permasalahan yang datang pun rasanya sangat mudah dihadapi. Saat aku bersamannya tak pernah sekalipun kita berselisih paham. Ketika waktu ibadah tiba dia selalu mengigatkanku beribadah lalu mengantarkanku ke tempat ibadah terdekat dan dia menungguku di depan rumah ibadahku hingga aku selesai dan begitupula sebaliknya, terdengar sempurna bukan? Hingga akhirnya aku sadari bahwa semakin kita melangkah lebih jauh semakin berat rasanya. Dan akhirnya datanglah perdebatan dalam hubungan kita. Ya memang kita tak pernah berselisih paham tentang urusan hati yang lain tapi perdebatan kita saat itu hanya sebatas “Apa kita bisa kaya orang lain ibadah bareng? Aku cape harus ibadah sendiri terus. Apa doa yang kusampaikan pada tuhanku akan terdengar oleh tuhanmu? Kadang aku berfikir aku yang bukan umatnya tuhanmu bolehkah mencintai umatnya?” . Ya betul masalah yang kita hadapi adalah suatu tembok yang sangat sulit untuk dilalui, bahkan jika tembok tersebut dapat dilalui harus ada sesuatu yang direlakan. Kadang aku berfikir tuhan itu jahat sekali masa umatnya mau bahagia di kasih penghalang. Tapi tidak, bukan tuhan itu jahat tuhan itu sayang dengan kita, tinggal kita memilih saja apa kita akan memilih tuhan yang memberikan kita segalanya atau memilih dia yang sempurna tapi ciptaan tuhan. Satu yang harus kita sadari bahwa tiada satupun manusia yang sempurna karena kesempurnaan hanyalah milih tuhan semata. Kadang kita ga pernah ngerti apa rencana tuhan karena tuhan memberi apa yang kita butuh bukan apa yang kita mau. Pada akhirnya tidak semua orang yang saling mempunyai perasaan sama ditakdirkan bersama, dan semuanya hanya akan menjadi sebuah memori indah untuk dikenang. Pesanku untukmu semoga kau selalu bahagia meski sekarang pemeran utama dalam ceritamu itu bukan aku lagi, mustahil bila aku melupakan semua kenangan tentang kita biarlah itu menjadi sebuah cerita, karena kamu akan selalu mempunyai tempat tersendiri di dalam hatiku.


Komentar

  1. Cerita yang sama dan seharusnya gak terulang lagi. Gak sengaja kesini, dan dapat cerita yang bagus. Semangat...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer